PARIWARA

Your Ad Here

Tuesday, August 06, 2013

MANFAAT LIDAH BUAYA

  •  Mengatasi Ketombe. Ternyata tumbuhan yang satu ini sangat cocok untuk anda yang memiliki masalah ketombe, dan gatal diarea kulit kepala, sehingga ketombe dapat terkurangi bahkan terangkat hilang. Adapun caranya sangat mudah: siapkan lidah buaya, ambil bagian lendir yang terdapat pada dagingnya, lalu usapkan kebagian rambut sebelum anda melakukan kramas. 
  • Detoksifikasi. Lidah buaya bermanfaat juga sebagai tanaman penawar racun alami. Selain itu lidah buaya juga bisa membantu anda yang sedang mengalami stress berat. Adapun cara pemanfaatan lidah buaya sebagai detoksifikasi dan stress adalah dengan memblender lidah buaya untuk dijadikan jus. Serta minumlah jus tersebut. 
  • Mempermudah Kerja Usus. Kandungan Aloe lateks yang terdapat pada lidah buaya dangat baik untuk mempermudah kinerja usus kita, adaoun kandungan aloe lateks tersebut adalah sbb: antrakuinon glycosidesaloin A serta antrakuinon glycosidesaloin B. 
  • Perawatan Kulit. Di sub manfaat ini, manfaat lidah buaya untuk kulit sangatlah banyak dan diantaranya adalah: sebagai tumbuhan etoksifikasi kulit, membantu peremajaan kulit, menghilangkan komedo, jerawat, mempercepat proses penyembuahan luka, penghilang bekas luka dan masih banyak yang lainnya lagi. 
  • Obat Diabetes. Adapun cara pembuatan obatnya adalah sebagai berikut. Siapkan sekitar 2 buah lidah buaya, kemudian cuci bersih, lalu buanglah duri-duri yang terdapat disamping lidah buaya, dan potong-potong menjadi beberapa bagian. Langkah selanjutnya rebus potongan lidah buaya dengan air 3 gelas, minum rebusan air itu 3 kali sehari setelah anda makan. Lakukan cara ini sampai gula darah anda turun.
  • Kekebalan Tubuh. Lidah buaya memiliki kandungan antioksidan alami yang baik untuk menjauhkan tubuh dari radikal bebas sehingga imun tubuh akan tetap terjaga. 
  • Antiinflamasi, lidah buaya dapat membantu mengatasi luka bakar, digigit serangga atau masalah pencernaan. Hal ini bisa diperoleh dengan cara meminum lidah buaya sebagai pengobatan secara internal. Jus lidah buaya dipercaya dapat membantu mencegah konstipasi dan melancarkan saluran pencernaan. Minuman ini dibuat dari gel yang dihasilkan oleh lidah buaya. 
  • Penyembuh Luka, lidah buaya membantu untuk mengembalikan jaringan kulit yang luka. Untuk kegunaan ini biasanya dengan menggunakan gel lidah buaya yaitu bagian berlendir yang diperoleh dengan menyayat bagian dalam daun setelah eksudat dikeluarkan, yang juga digunakan untuk membantu mengatasi masalah eksternal seperti masalah pada kulit, mulai dari luka bakar, jerawat hingga masalah kulit akibat gigitan serangga.
  • Antioksidan, sehingga dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu mencegah penyakit degeneratif. 
  • Kosmetik.Mengingat kandungannya yang cukup lengkap, lidah buaya banyak dipergunakan pada berbagai produk kosmetik, seperti krim, lotion, atau sabun. Kandungan lidah buaya di dalam produk kosmetik tersebut membantu meningkatkan kadar oksigen yang be'rguna bagi kulit, membantu menguatkan jaringan kulit sehingga tidak mengendur, serta mem¬bantu mencegahpenuaan dini. 
  • Mengurangi Gula dalam Darah. Lidah buaya mengandung aloe emodin, yaitu sebuah senyawa organik dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti pencerap insulin-beta dan -substrat1, fosfatidil inositol-3 kinase dan meningkatkan laju sintesis glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase 3 beta yang bermanfaat untuk mengurangi rasio gula darah. Di dalam pengobatan tradisional India, daun lidah buaya sering digunakan untuk mengurangi glukosa darah (gula dalam darah) pada seseorang yang menderita diabetes. 
  • Obat Antiseptik dan Luka Bakar. Bagian daun dan akar dari lidah buaya mengandung saponin dan flavonoid, sedangkan bagian daun lidah buaya mengandung tanin dan polifenol. Saponin berfungsi sebagai pembersih yang sangat berguna untuk menyembuhkan luka terbuka, sedangkan tanin bisa digunakan sebagai pencegahan terhadap infeksi luka karena mempunyai daya antiseptik dan obat luka bakar. Polifenol atau flavonoid memiliki aktivitas sebagai antiseptic. 
  • Obat Pencahar. Lidah buaya lateks mengandung molekul dengan efek pencahar yang kuat (anthranoids), yang sangat efektif untuk mengatasi sembelit. 
  • Regenerasi Kulit. Karena lidah buaya tinggi akan antioksidan (vitamin C, flavonoid, beta-karoten), maka dari itu lidah buaya juga memiliki efek anti-penuaan atau membantu regenerasi jaringan kulit. 

Sumber : dari berbagai sumber
Baca Selengkapnya »»

Sunday, July 07, 2013

MANFAAT JAMBU BATU MERAH


  1. Pencegahan Kanker. Jambu biji rendah akan kalori dan lemak namun mengandung vitamin penting diantaranya, mineral, dan senyawa antioksidan poli-fenolik dan flavonoid yang berperan penting dalam pencegahan kanker, anti-penuaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. 
  2. Melancarkan Proses Pencernaan. Buah ini sangat kaya sumber serat larut (5,4 g per 100 g buah, sekitar 14% dari DRA), yang baik untuk memperlancar pencernaan. Serat membantu melindungi membran mukosa usus dengan mengurangi efek buruk racun serta mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar. 
  3. Sumber Antioksidan. Vitamin C, menyediakan lebih dari tiga kali dari kebutuhan asupan harian. Kulit Luar jambu biji mengandung tinggi vitamin C daripada bagian tengahnnya. 
  4. Bermanfaat sebagai Desinfektan dan Anti Bakteri. Jambu biji kaya akan astringent yang bersifat alkali dan memiliki manfaat sebagai desinfektan dan anti bakteri, sehingga membantu penyembuhan diare atau disentri yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba. Lebih lanjut, nutrisi lain dalam jambu biji merah, seperti vitamin C, karotenoid dan kalium memperkuat dan meremajakan sistem pencernaan.
  5. Menjaga Kesehatan Fungsi Otak dan Saraf. Vitamin B pada jambu biji memainkan peran penting dalam kesehatan fungsi otak. Jambu biji kaya akan vitamin B3 dan B6. Vitamin B3,dikenal juga sebagai niasin yang berfungsi merangsang fungsi otak dan meningkatkan aliran darah, dan vitamin B6, juga dikenal sebagai pyridoxine, adalah nutrisi penting untuk otak dan fungsi saraf. 
  6. Pengokoh Kekebalan Tubuh dan Penangkal Radikal Bebas. Studi ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi buah – buahan yang kaya vitamin C secara rutin membantu tubuh menjadi lebih kuat melawan infeksi, penyebab kanker serta radikal bebas yang berbahaya untuk tubuh. 
  7. Sumber Vitamin A dan Flavonoid. Sumber Vitamin A dan flavonoid itu diantaranya seperti beta-karoten, Zat likopen, lutein dan cryptoxanthin. Senyawa yang diketahui memiliki sifat antioksidan dan sangat penting untuk kesehatan. vitamin A juga dibutuhkan untuk menjaga selaput lendir tetap sehat dan untuk kulit. Konsumsi buah-buahan alami kaya akan karoten dikenal untuk melindungi paru-paru dan kanker rongga mulut. 
Sumber: http://tsumasaga.wordpress.com
Baca Selengkapnya »»

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN

Hatiku tak sebening air mengalir dari pegunungan.
Sikapku tidak sesempurna ahli surga.
Tutur kataku tak seindah lantunan ayat suci Al-Qur'an.

Saat yang baik ini dan detik menjelang bulan Ramadhan 1433 H perkenankan diriku ini meminta maaf atas semua khilafku pada semua orang yang telah hadir dalam hidupku, baik yang menyayangiku ataupun yang membenciku.

Marhaban ya Ramadhan Tahun 1433 H
Mohon maaf lahir dan batin.
Baca Selengkapnya »»

Thursday, February 21, 2013

METODE EVALUASI KUALITAS PRODUK HORTIKULTURA

Tingkat kualitas produk hortikultura panenan tentunya memerlukan suatu metode analisis. Metode evaluasi kualitas produk panenan yang tersedia ada dua macam, yaitu diarahkan kepada sifat atau cara mengevaluasi, dan evaluasi atas dasar penilaian. Metode evaluasi kualitas atas dasar sifat evaluasi ada dua macam, yaitu : 
  1. Metode Destruktif (merusak), evaluasi dilakukan dengan cara merusak komoditi; 
  2. Metode Non-Destruktif, evaluasi dilakukan dengan cara tidak merusak komoditi. 

Sedangkan metode evaluasi yang didasari atas sifat penilaian meliputi: 
  1. Metode yang berifat obyektif, yaitu metode evaluasi berdasarkan alat analisis yang digunakan; 
  2. Metode yang bersifat subyektif, yaitu metode evaluasi berdasarkan penilaian manusia ataupun dengan cara menggunakan skala. 

Sumber: Bambang B. Santoso. 2012. Standarisasi Mutu Produk Pasca Panen.
Baca Selengkapnya »»

Friday, February 15, 2013

ALAT EVALUASI KUALITAS PENAMPILAN PRODUK HORTIKULTURA

Metode dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas penampilan produk hortikultura adalah: 
  1. Ukuran. a) Dimensi: diukur dengan cincin (ring) pengukur, jangka sorong; b) Bobot: umumnya menghubungkan antara ukuran dan berat. Ukuran juga dapat dinyatakan sebagai jumlah komoditi tiap unit beratnya, misalnya 10 apel/kg; c) Volume: diketahui melalui pencelupan dalam air atau melalui pengukuran dimensi. 
  2. Bentuk (shape). Perbandingan dimensi seperti perbandingan antara diameter dengan kedalaman digunakan sebagai indek bentuk buah. Model (diagram-gambar) merupakan suatu alat evaluasi kualitas bentuk. 
  3. Warna. Keseragaman dan intensitas, merupakan kualitas penampilan yang sangat penting: a). Visual Matching – kartu warna (colour chart) petunjuk untuk mencocokan dan menetukan warna buah dan sayuran; b). Light Reflection Meter – pengukur warna berdasarkan jumlah cahaya yang dipantulkan dari permukaan komoditi; c). Light Transmision Meter – pengukur warna melalui cahaya yang diteruskan (transmit) oleh komoditi. Digunakan untuk menentukan warna internal dan berbagai penyakit. 
  4. Kandungan pigmen, merupakan cara mengevaluasi komoditi berdasarkan kandungan pigmen seperti klorofil, karotenoid (karotin, licopen, xantopil) dan flavonoid (anthosianin). 
  5. Kilau (gloss atau bloom), merupakan kualitas penampakan dari kilap atau kilau permukaan produk. Contoh alat Gloos Meter. 
  6. Adanya cacat (eksternal dan internal). Jumlah intensitas cacat dievaluasi dengan menggunakan sistim skoring dari 1 s/d 5. 1 = tidak ada gejala 2 = gejala ringan 3 = gejala sedang 4 = gejala banyak 5 = gejala sangat banyak Jika diperlukan kategori atau skor dapat diperpanjang dari 1 s/d 7 atau 1 s/d 9. Untuk mengurangi keragaman nilai antar evaluator, maka perlu pula disertakan gambaran rinci dan foto sebagai petunjuk dalam pemberian skor. 

Sumber: Bambang B. Santoso. 2012. Standarisasi Mutu Produk Pasca Panen.
Baca Selengkapnya »»