PARIWARA

Your Ad Here

Sunday, July 07, 2013

MANFAAT JAMBU BATU MERAH


  1. Pencegahan Kanker. Jambu biji rendah akan kalori dan lemak namun mengandung vitamin penting diantaranya, mineral, dan senyawa antioksidan poli-fenolik dan flavonoid yang berperan penting dalam pencegahan kanker, anti-penuaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. 
  2. Melancarkan Proses Pencernaan. Buah ini sangat kaya sumber serat larut (5,4 g per 100 g buah, sekitar 14% dari DRA), yang baik untuk memperlancar pencernaan. Serat membantu melindungi membran mukosa usus dengan mengurangi efek buruk racun serta mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar. 
  3. Sumber Antioksidan. Vitamin C, menyediakan lebih dari tiga kali dari kebutuhan asupan harian. Kulit Luar jambu biji mengandung tinggi vitamin C daripada bagian tengahnnya. 
  4. Bermanfaat sebagai Desinfektan dan Anti Bakteri. Jambu biji kaya akan astringent yang bersifat alkali dan memiliki manfaat sebagai desinfektan dan anti bakteri, sehingga membantu penyembuhan diare atau disentri yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba. Lebih lanjut, nutrisi lain dalam jambu biji merah, seperti vitamin C, karotenoid dan kalium memperkuat dan meremajakan sistem pencernaan.
  5. Menjaga Kesehatan Fungsi Otak dan Saraf. Vitamin B pada jambu biji memainkan peran penting dalam kesehatan fungsi otak. Jambu biji kaya akan vitamin B3 dan B6. Vitamin B3,dikenal juga sebagai niasin yang berfungsi merangsang fungsi otak dan meningkatkan aliran darah, dan vitamin B6, juga dikenal sebagai pyridoxine, adalah nutrisi penting untuk otak dan fungsi saraf. 
  6. Pengokoh Kekebalan Tubuh dan Penangkal Radikal Bebas. Studi ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi buah – buahan yang kaya vitamin C secara rutin membantu tubuh menjadi lebih kuat melawan infeksi, penyebab kanker serta radikal bebas yang berbahaya untuk tubuh. 
  7. Sumber Vitamin A dan Flavonoid. Sumber Vitamin A dan flavonoid itu diantaranya seperti beta-karoten, Zat likopen, lutein dan cryptoxanthin. Senyawa yang diketahui memiliki sifat antioksidan dan sangat penting untuk kesehatan. vitamin A juga dibutuhkan untuk menjaga selaput lendir tetap sehat dan untuk kulit. Konsumsi buah-buahan alami kaya akan karoten dikenal untuk melindungi paru-paru dan kanker rongga mulut. 
Sumber: http://tsumasaga.wordpress.com
Baca Selengkapnya »»

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN

Hatiku tak sebening air mengalir dari pegunungan.
Sikapku tidak sesempurna ahli surga.
Tutur kataku tak seindah lantunan ayat suci Al-Qur'an.

Saat yang baik ini dan detik menjelang bulan Ramadhan 1433 H perkenankan diriku ini meminta maaf atas semua khilafku pada semua orang yang telah hadir dalam hidupku, baik yang menyayangiku ataupun yang membenciku.

Marhaban ya Ramadhan Tahun 1433 H
Mohon maaf lahir dan batin.
Baca Selengkapnya »»

Thursday, February 21, 2013

METODE EVALUASI KUALITAS PRODUK HORTIKULTURA

Tingkat kualitas produk hortikultura panenan tentunya memerlukan suatu metode analisis. Metode evaluasi kualitas produk panenan yang tersedia ada dua macam, yaitu diarahkan kepada sifat atau cara mengevaluasi, dan evaluasi atas dasar penilaian. Metode evaluasi kualitas atas dasar sifat evaluasi ada dua macam, yaitu : 
  1. Metode Destruktif (merusak), evaluasi dilakukan dengan cara merusak komoditi; 
  2. Metode Non-Destruktif, evaluasi dilakukan dengan cara tidak merusak komoditi. 

Sedangkan metode evaluasi yang didasari atas sifat penilaian meliputi: 
  1. Metode yang berifat obyektif, yaitu metode evaluasi berdasarkan alat analisis yang digunakan; 
  2. Metode yang bersifat subyektif, yaitu metode evaluasi berdasarkan penilaian manusia ataupun dengan cara menggunakan skala. 

Sumber: Bambang B. Santoso. 2012. Standarisasi Mutu Produk Pasca Panen.
Baca Selengkapnya »»

Friday, February 15, 2013

ALAT EVALUASI KUALITAS PENAMPILAN PRODUK HORTIKULTURA

Metode dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas penampilan produk hortikultura adalah: 
  1. Ukuran. a) Dimensi: diukur dengan cincin (ring) pengukur, jangka sorong; b) Bobot: umumnya menghubungkan antara ukuran dan berat. Ukuran juga dapat dinyatakan sebagai jumlah komoditi tiap unit beratnya, misalnya 10 apel/kg; c) Volume: diketahui melalui pencelupan dalam air atau melalui pengukuran dimensi. 
  2. Bentuk (shape). Perbandingan dimensi seperti perbandingan antara diameter dengan kedalaman digunakan sebagai indek bentuk buah. Model (diagram-gambar) merupakan suatu alat evaluasi kualitas bentuk. 
  3. Warna. Keseragaman dan intensitas, merupakan kualitas penampilan yang sangat penting: a). Visual Matching – kartu warna (colour chart) petunjuk untuk mencocokan dan menetukan warna buah dan sayuran; b). Light Reflection Meter – pengukur warna berdasarkan jumlah cahaya yang dipantulkan dari permukaan komoditi; c). Light Transmision Meter – pengukur warna melalui cahaya yang diteruskan (transmit) oleh komoditi. Digunakan untuk menentukan warna internal dan berbagai penyakit. 
  4. Kandungan pigmen, merupakan cara mengevaluasi komoditi berdasarkan kandungan pigmen seperti klorofil, karotenoid (karotin, licopen, xantopil) dan flavonoid (anthosianin). 
  5. Kilau (gloss atau bloom), merupakan kualitas penampakan dari kilap atau kilau permukaan produk. Contoh alat Gloos Meter. 
  6. Adanya cacat (eksternal dan internal). Jumlah intensitas cacat dievaluasi dengan menggunakan sistim skoring dari 1 s/d 5. 1 = tidak ada gejala 2 = gejala ringan 3 = gejala sedang 4 = gejala banyak 5 = gejala sangat banyak Jika diperlukan kategori atau skor dapat diperpanjang dari 1 s/d 7 atau 1 s/d 9. Untuk mengurangi keragaman nilai antar evaluator, maka perlu pula disertakan gambaran rinci dan foto sebagai petunjuk dalam pemberian skor. 

Sumber: Bambang B. Santoso. 2012. Standarisasi Mutu Produk Pasca Panen.
Baca Selengkapnya »»

Monday, January 21, 2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU PRODUK

Tidak saja keadaan pascapanen yang mempengaruhi kualitas atau mutu produk panenan tetapi termasuk pula faktor prapanen. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas komoditi hortikultura: 
  1. Faktor genetik. Pemilihan atau seleksi kultivar bagi tanaman yang diperbanyak dengan benih (biji) khususnya tanaman semusim. Sedangkan bagi tanaman tahunan biasanya sangat tergantung pada pemilihan jenis batang bawang dalam pengadaan atau persiapan bibit. 
  2. Faktor lingkungan prapanen. Unsur iklim, seperti : suhu, cahaya, angin, curah hujan, dan polutan Kondisi budidaya (bercocok tanam), seperti : jenis tanah, penyediaan hara dan air, pemakaian mulsa, pemangkasan (pruning), penjarangan buah dan atau bunga (thinning), dan penggunaan bahan kimiawi 
  3. Pemanenan. Aspek yang merupakan faktor penting terkait dengan pemanenan adalah : teknik panen, tingkat kematangan dan atau kemasakan, dan perkembangan fisiologis tanaman. 
  4. Perlakuan pascapanen. Metode penanganan, periode antara saat panen dengan saat dikonsumsi, dan faktor lingkungan, seperti: suhu, kelembaban relatif, dan komponen atmosfir. 
  5. Interaksi antara berbagai faktor yang dijelaskan di atas. 
Sumber: Bambang B. Santoso. 2012. Standarisasi Mutu Produk Pascapanen.
Baca Selengkapnya »»